Showing posts with label Coretanku. Show all posts
Showing posts with label Coretanku. Show all posts

Monday, February 24, 2014

Ibu Pertiwi.




Maaf, ini saya share pemikiran, dari seorang kawan, "pemikiran-pemikiran tentang realitas negeri ini tidak perlu tergantung siapa dahulu nama orang yang melontarkannya. Sebaiknya tidak mengharap kultus, karena di dalam kultus ada monopoli pengaruh yang justru menyuburkan neo kapitalisme" Begitu menurut kawan saya. 

Nah, baiklah kita simak saja pemikiran beliau itu:



Adalah
tidak mungkin
mengembalikan track terapan ideologi Pancasila
dapat secara konsekuen dan murni di negeri ini,
saat semua kebutuhan rakyat di semua sektor nya
sudah melekat kuat terkelola oleh korporasi raksasa swasta dunia dan domestik.

Lagi pula setelah presiden kedua lengser
sampai detik ini, baru muncul keinginan itu dari LEMHANAS?
"Kita harus mengembalikan track Pancasila pada Rel nya"

Ooo ..
Saat tragedi kemanusiaan
akibat dua sistem yang dipaksakan
dalam satu wadah yang bernama Indonesia,
terjadi berpuluh tahun?
Jadi trauma pyscologis
merubah paradigma mentalitas Nasionalisme rakyat,
jadi aneka tragedi kemanusiaan?
Ratusan nyawa sudah berguguran terakibat rendahnya harkat rakyat,
demi berlimpahnya keuntungan kolusi dari Kekuasaan !!
Ya, terlanjur terestafet jadi aneka bentuk tragedi kemanusiaan..

Wednesday, February 19, 2014

Thursday, February 13, 2014

RAKYAT INDONESIA bukan rakyat yang bodoh?



Bla .. Bla .. Bla .. begitulah selama ideologi negeri ini tidak sesuai dgn realitas korporasi raksasa investasi swasta yg merebak dimana-mana menguasai tanah negeri .. menguasai semua sektor kebutuhan hidup rakyatnya .. maka pendidikan politik bagi para pejabat negara adalah "yg Berkuasa, yang Enak namun, tetap upayakan agar Nalar Dangkal Rakyat dapat lebih bertahan lama".

Wednesday, February 12, 2014

Galang

ya, bersatulah semua kita, 
sesama saudara sebangsa, 
bersama bersuara bersatu tolak ! 

Friday, February 7, 2014

Ada seorang sahabat komen begini :


Sejak 1967 praktis Indonesia sudah Dalam cengkraman Neokolim, dlm konferensinya di Geneva di putuskan antara lain: Freeport dapat gunung eMas di Irian Barat, Consorsium Eropa dapat nikel di Irian Barat dan Alcoa dapat bauksit di Riau, Bangka Belitung. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, Perancis mendapat hutan tropis di Sumatra, Kalimantan, Irian Barat, dan lain lain.. Negara kapitalis, maaf, terlanjur, menguasai bumi Nusantara.

GATOT KACA


Kawan saya, Satyawira Wicaksana, mengkritik rakyat Indonesia yang sesungguhnya 'Gatot Kaca' : 

Mau tak mau serupa dan persis

Semoga kamu sabar membaca info nya ya, sebab lumayan panjang .. Begini sahabat : Menurut info dari kawan saya, seorang wartawan yang juga aktor hebat..

: Oh retorika semua dasyat beretorika, oh ini saat nya kita merendah membuka nalar sejujur-jujurnya demi tumbuhnya cinta kasih pada sesama : 

Coba kita renungkan bersama,

Mana ada kemungkinan adanya slogan 'Indonesia Baru'?



Maka, para "Spekulan kini giat menggalang rakyat yang terpesona"
demi kemenangan dapur sendiri
agar realitas iklim politik negeri ini
tetap seperti sekarang dan terestafet
ke era berikutnya,
ramai-ramai lah mereka
menunggangi sosok baik sdr. JOKOWI,
yang itu berarti tak ubahnya sekarang, detik ini,
menunggangi sisi romantisme Lambang Garuda Pancasila,
cita-cita luhur pada seluruh rakyat Indonesia..
walau kenyataan semua kebutuhan rakyat,
di semua sektornya, telah tersengaja
terkelola oleh korporasi raksasa investasi swasta dunia.
Mana mungkin itu di hapus atau di batalkan?

Kalau raksasa itu marah dan menagih hutang pada kita, bagaimana?
(..bisa-bisa ..seluruh rakyat bangsa ini semakin jadi budak di negerinya sendiri..)
Mana ada Indonesia Baru?

Apa mau di kata,
jika nalar semua rakyat negeri ini rata-rata
dapat jatuh di lubang yang sama
justru berulang kali ..




( "istilah "wani piro", kalimat pertanyaan itu awalnya terasa sekedar canda, namun lama kelamaan seperti ejekan, bahwa yang menjual Indonesia ini adalah orang Jawa. Itu menurut saya .. )



Gerilya nalar, ada nulis begini banyak-banyak via internet.


Menurut info dari kawan saya, seorang wartawan yg juga aktor hebat ..

: Oh jiwa yang Agung ! 
Kami meratap memohon belas kasih MU di siang dan malam.
Namun jua upaya kami anak beranak cucu mencari nafkah
tak urung harus tergantung
bagaimana kebijakan politik ekonomi
negeri tempat kami tinggal. 

Dulu, sebelum korporasi raksasa Swasta dunia datang ke Negeri ini.. 

"30 tahun yang akan datang, negeri kami yg konon berazas dasar negara Kerakyatan ini, akan kedatangan raksasa2 investasi swasta, maka dari sekarang mulai di laksanakan mutu kurikulum pendidikan yang nanti menghasilkan cara pandang dan mentalitas kualitas rendah banyak-banyak demi tersedianya pekerja pelayan raksasa swasta itu"..

(Oleh sebab itu sekarang ada istilah negara eksportir TKI? )

Water Close-Up

Jaman semakin canggih, 
semakin canggih pula siasat demi memetik keuntungan dari keadaan. 
Siasat muslihat setan ikut canggih, sementara malaikat tetap begitu-begitu saja. 

Mungkin karena itu dekadensi moral, 
tanpa pernah ada peningkatannya secara global. 

Jelas kenapa ada ditetapkan Nabi Terakhir,
agar tak ada lagi istilah 'Babby Sitter',
sosok pengayom,
sosok penuntun,
dan pengajar,
nilai umat manusia,
dalam beradab dan bersama.

Wednesday, July 17, 2013

Cuma Penggembira Lu!


Sebagai presiden kedua di anak tangga ke satu, sejak iklim politik era alm.Jenderal Soeharto,  
yang memang lebih dekat dengan tanah, 
sembako murah, 
banyak arena permainan yang menghasilkan, 
yang memang terestafet dalam enam repelita. 

Berlanjut ke presiden ke tiga di anak tangga kedua, 
ketiga, 
ke empat, 
ke lima.. 
dan rupa-rupa warnanya, 
tapi berbenang-merah sama hingga 2013 sekarang, 

memang seperti apa potret suasana seluruh rakyat tergantung dari kualitas corak iklim kekuasaannya seperti apa..? atau sebaliknya?

terlanjur nyata mendidik kualitas mayoritas rakyat yang mau tak mau cuma jadi Penggembira justru dinegeri kaya sumber daya alamnya..

Bukan berarti saya juga tidak begitu.

Bukan berarti saya bukan Penggembira.

Sunday, May 26, 2013

Limited Edition




Setiap manusia wajib menebarkan cahaya energi positif dalam kehidupannya.

Seiring dengan energi positifnya itu, 

manusia juga harus pasrah bersinergi pada sisi negatif 

yang juga ada dalam dirinya, 

sebagai kelengkapannya, sebagai manusia.

Bagaimana hasil bentukan sinergi tersebut di dalam kesehariannya? 

Tuesday, April 9, 2013

Kepada Komunitas Semut, YTH.


  : Duhai Komunitas Semut yang rata-rata bijaksana, ikut berbudaya bersama di negeri yang SUDAH BERUMUR LANJUT ini, yang justru (sebagai rakyat) sudah belajar banyak dari segenap penderitaan, sadar atau tidak, sudah terestafet sejak Presiden ke dua lengser, sampai "idol" pemimpin era sekarang ini. 

Pada Era Jenderal Soeharto, seluruh 27 propinsi diwajibkan setor APBD ke pusat, tetapi gaji PNS sebagai Tulang Punggung Negara sangat rendah. Memang harga sembako juga murah saat itu, tetapi tetap saja tidak sebanding dgn rendahnya pendapatan PNS. 


Saya ingat betul pak Guru saya sepulang mengajar membawa sepeda motor nya pergi ke prapatan jalan : ngobyek. 

Kata "ngobyek" lambat laun menjadi "ngojek" 


Hal tersebut adalah upaya tingkat rendah memang, karena ada banyak tumbuh upaya-upaya pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi lagi sifatnya : Ada yang main "gunung emas freeport" ( baca Kasus Freeport ), ada yang main hutan, main pertanahan dan main pajak dll. (Dimasa sekarang kata "main" pada untaian tadi jadi lebih tegas dan lebih modern lagi : "mafia yang rapi terinstitusi" )


 Sungguh astagah memanghh ..



Saturday, June 16, 2012

Pagi nan sejuk


Langit dan Bumi, atas dan bawah, mereka saling mencerminkan, anakku. 
Kedua nya dalam satu kesatuan kosmic yang saling menyebabkan sekaligus saling berakibat. 
Seperti cermin. 

Syurga Neraka adalah

Friday, April 6, 2012

Memasuki Millenium ke Tiga

Dulu, sebelum kehidupan ini ada diatas bumi, Ozon juga belum ada. Ya, bumi dalam keadaan dingin sekali, es di mana2. Ini adalah tahap awal evolusi kimiawi di bumi saat berinteraksi dengan planet2 lain disekeliling termasuk matahari. Kajian sains selanjutnya .. biar tugas pakar2 yang menjelaskan .. bagi saya, cukup bilang, dengan KuasaNYA, maka ..

Makhluk hidup ada dan mendapat oksigen dari es yang mencair .. kehijauan tetumbuhan ada sebagai pertanda kelembaban ada dimuka bumi .. Ozon ada akibat evolusi kimia itu sekaligus berguna menjaga kelembaban bumi atas sinar matahari.