Demi lahirnya pertumbuhan Nalar pada seluruh Rakyat Indonesia sebagai sebuah Bangsa, kali ini saya coba, share sebuah pemikiran dari seorang kawan di Facebook/Sekar Suket.
Begini paparan beliau:
Mau menggerakkan massa secara efektif? Membangkitkan kemarahan atau menimbulkan simpati? Membuat mereka beringas atau meneteskan air mata? GAMPANG! Sebut nama Tuhannya dan kobarkan issue agama! Pasti langsung terbakar. Bukankah sejarah mencatat bahwa darah manusia paling banyak tertumpah karena issu agama? Padahal semua perang adalah masalah politik dan ekonomi, bukan agama.
Perang Salib itu bukan perang agama, tetapi perang perebutan teritorial. Perang Bosnia itu bukan perang agama, tapi perang politik yg kebetulan terjadi antara dua etnik beragama berbeda. Perang Irlandia, bukan perang agama walaupun kebetulan terjadi antara orang katolik dan orang protestan, tapi kembali merupakan persengkataan politik dan ekonomi. Waktu USA turun ke medan perang Teluk, itu bukan perang Kristen vs Islam, tapi perang utk melindungi kepentingan ekonomi. Persengketaan Palestina vs Israel, itu bukan perang Islam vs Judaisme, tapi perang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina menghadapi penjajahan Israel.
Begini paparan beliau:
Mau menggerakkan massa secara efektif? Membangkitkan kemarahan atau menimbulkan simpati? Membuat mereka beringas atau meneteskan air mata? GAMPANG! Sebut nama Tuhannya dan kobarkan issue agama! Pasti langsung terbakar. Bukankah sejarah mencatat bahwa darah manusia paling banyak tertumpah karena issu agama? Padahal semua perang adalah masalah politik dan ekonomi, bukan agama.
Perang Salib itu bukan perang agama, tetapi perang perebutan teritorial. Perang Bosnia itu bukan perang agama, tapi perang politik yg kebetulan terjadi antara dua etnik beragama berbeda. Perang Irlandia, bukan perang agama walaupun kebetulan terjadi antara orang katolik dan orang protestan, tapi kembali merupakan persengkataan politik dan ekonomi. Waktu USA turun ke medan perang Teluk, itu bukan perang Kristen vs Islam, tapi perang utk melindungi kepentingan ekonomi. Persengketaan Palestina vs Israel, itu bukan perang Islam vs Judaisme, tapi perang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina menghadapi penjajahan Israel.